Tampilkan postingan dengan label Wedding Things. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wedding Things. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Agustus 2013

baybiii

Diposting oleh nitnot di 23.52 0 komentar
Saat mulai ngejalanin cuti besar per 3 juni kemaren, ternyata saya udah hamil 4 minggu. Jadinya,cuti yang awalnya buat ngurus suami sekalian program hamil digunain buat ngurus suami sambil ngurus kehamilan.

Dari awal,kami sepakat untuk periksa kehamilan ke dokter perempuan, dan Alhamdulillah Allah swt memudahkan segalanya. Dekat rumah  mertua,ada seorang dokter kandungan perempuan yang buka praktek. Akhirnya..disitulah saya periksa kehamilan mulai minggu ke 4.

Singkatnya, saya periksa setiap 2 minggu sekali. Memasuki minggu ke 6, belum terlihat embrio di layar USG. Minggu ke 8, kembali cek dan tetep ga keliatan. Dokter pun nyaranin berdoa yang kenceng. Lalu di minggu ke 10, dokter tetep ga ngeliat embrio hanya plasenta dan rahim yang membesar saja. Keputusan Final, dokter bilang Blighted Ovum dan harus dikeluarkan melalui proses kuret. Begitu denger keputusan itu -saya sih ga berasa apa apa karena insya Allah ikhlas- suami kelihatan agak shock.

Layaknya ibu baru, saya dan suami coba cari informasi dan second opinion mengenai apa yang  terjadi. Diantar teteh sepupu, saya berangkat ke Klinik Aster RSHS Bandung. Niatnya ke dr Ruswana tapi beliau ga ada di tempat. Akhirnya saya request ke suster minta dokter yang enak di ajak konsultasi karena bingung saking banyaknya dokter disitu :D. Lalu suster nyaranin untuk ketemu dr.Dian Tjahyadi,Sp.Og.

Ketemu ama dr Dian, jelasin masalah nya trus dokternya nyuruh periksa dalam alias transvaginal . Wadduuuh... mana dokter laki2 pula :( tapi mau gimana lagi? Dari hasil pemeriksaan, dokter dian nyimpulin bukan BO (blighted Ovum) karena terlihat embrio sebesar 2 cm. Yang terjadi adalah missed abortion alias abortus tertunda. Janin diperkirakan meninggal 2 minggu yang lalu, dan melekat kuat di dinding rahim. Solusinya sama, kuret segera dan bius total. Alasannya karena janin melekat kuat dan tak ada flek selama kejadian. Tapi dokter dian takut terjadi pendarahan hingga harus kuret secepatnya.

Telpon suami, diputuskan untuk kuret hari sabtu 20 Juli 2013 di RSB Emma Poeradiredja yang dijalan Sumatera. Kebetulan dokter dian tjahyadi praktek juga di Emma. Hari kamis, nebus obat Cytotec 20ug 4 biji trus telpon dr Dian buat instruksinya. Katanya jumat pagi, 2 masuk via anal dan sisanya diminum per 12 jam.


Jumat pagi, perjuangan dimulai. Saya yang belom pernah ngelahirin, ga ngerti kalo Cytotec itu obat aborsi :D. Dokter Dian emang bilang,kalo mau pake obat harus ada orang lain di rumah karena nyebabin mulas untuk ngebuka jalan lahir. Cuma mungkin karena sayanya yang oon, saya ga aware. Jam 10.50 teteh nanyain kondisi mules atau nggak dan nanya udah berapa jam sekali mulesnya. Saya ga bisa jawab karena ga saya itung itu si mules. Mulai jam 11 siang baru saya ngeh kalo mulesnya udah 15 menit sekali. Tapi tetep santaaayyy :p

Jam 11.30 masih bisa makan. Lalu jam 2 siang udah mulai 10 menit sekali, lanjut jam 3 sore udah per 5 menit. Saya yang saat itu hendak ke rumah mertua -karena rencananya pas hari H kuret pergi dari rumah mertua- mendadak keluar keringet dingin. Saya tunggu mulesnya berhenti, tapi ternyata malah tambah menjadi :( Jam 4 sore saya hubungi dokter dian dan bilang kalo mulesnya udah ga tahan, udah ganti pembalut sampe 4x, trus masih nanya kapan selesai mulesnya?? *oon banget kan??* *ibu amatir* ;p

ALhamdulillah dokter dian itu juara banget baiknyaaa. Dia malah bilang,kalo udah ga kuat, dia mau nungguin saya sampei jam 9 malem di RS Emma untuk langsung tindakan. Ba'da maghrib, -setelah 2 jam ngerasain mules yang entah kapan selesainya- teteh dateng jemput buat ke RS Emma. Sampe RS Emma saya ga sadar kalo selama jalan, darah udah netes ke lantai dan bikin orang yang lihat sedikit histeris sementara si akunya anteng ga ngerasain apapun *getok pala*:p . Jam 19.30 usai bersih bersih dan ganti pembalut, saya dipasangi infus dan suntik alergi antibiotik. Ternyata dokter dian tuh udah nungguin saya dari jam selesai praktek sore -tapi maghrib anterin anaknya pulang dulu- Tapi jangan salah hampir per 30 menit sekali ngecek ke suster, pasiennya atas nama Ibu Nita - dan itu Saya- sudah datang belum. hufth..baik banget sih pak dokter iniii *terharu*

Tak lama menunggu, suster ngabarin kalo dokter dian sudah mau sampai ke RSB EMMA, lalu saya dibawa ke ruang operasi. Eh,nggak lama dr Dian muncul dari arah belakang, menyapa sambil senyum dan berusaha nenangin saya. Abis itu dateng dokter anestesi -karena saya bius total- ngecek segala macem, sambil masang Slang Oksigen. Udah gitu ngmong "kalo ibu ngantuk, berdoa ya bu.." Boro boro berdoa, itu juga omongan terakhir yang saya denger alias saya udah pengsan :)

Usai tindakan kuret -yang kata teteh, ga lama- masuk di ruang pemulihan sambil nunggu dibolehin pulang. Sementara saat itu saya ga ditemani suami karena dia masih di jalan tol menuju bandung. Baru jam 23.30 saya dan keluarga diperbolehkan pulang karena kondisi saya udah pulih. 

Sebulan sudah berlalu. Rasa kehilangan baru kerasa. Saya mencintai (calon) bayi yang pernah ada di rahim. Lupa bahwa saya tak mengucapkan kalimat apapun padanya. Mungkin itu juga yang menyebabkan saya sedih dan merasa bersalah. Padahal saat dia ada diperut, saya kerap mengajaknya ngobrol menyadari kehadiran makhluk kecil yang masih sangat rentan tapi tumbuh, berkembang dan hidup.

Dearest Baybii,,
" Terimakasih sudah pernah ada di perut Ibun, setia dengerin Abi ngoceh. Maafkan kami berdua yang belum bisa menjagamu dengan baik. Ibun dan Abi loves you dear Baybii.. "

23 Agustus 2013


Selasa, 22 Januari 2013

KUA oh KUA..

Diposting oleh nitnot di 19.41 0 komentar
Hari ini urusan administrasi pernikahan alhamdulillah beres juga.  Tadinya saya berfikir kalau urusan administrasi ini hal yang tidak memusingkan karena hanya perkara administrasi biasa. Tapi ternyata tidak sama sekali. Urusan ini ribetnya minta ampun, sama seperti urusan urusan administratif yang melibatkan instansi pemerintahan. 

Ribetnya urusan ini diakibatkan oleh miskomunikasi dan mispersepsi antara aturan yang sudah ada dan aturan yang biasa dilakukan. see the difference? okay.. aturan yang sudah ada itu jelas administrasi dan jumlah nominalnya. sedangkan aturan yang biasa dilakukan itu aturan administrasinya ada dan jelas tapi jumlah nominalnya yang tidak jelas. Nah lho.. sampai sini nggak  usah diperjelas lagi yaa.. :)

Setidaknya, bagi calon mempelai ada baiknya mengurus administrasi pernikahan seperti surat NA (Numpang Akad) jauh jauh hari sebelum hari H. Maksimum satu bulan sebelum hari H atau lebih baik sebelumnya. Bukan apa apa, layaknya urusan pernikahan yang penuh dengan tetek bengek, printilan pesta resepsi dan kebutuhan ini itu yang teramat menyita waktu dan pikiran, urusan adminisrasi ini bisa lebih menguras energi lho. Lha gimana nggak, kalo surat ijin KUA belum keluar, kita ga bisa nikah, pesta pun terancam batal dilangsungkan. Jangan sampe deh.. *usap usapperut, getok pala*

 

Jadi, saya berbagi tips sedikit untuk calon mempelai yang sedang sedikit riweuh untuk urusan administrasi ini.

1. Surat Pengantar RT/RW setempat.
Lazimya, calon pengantin pria (CPP) yang mulai mengurus terlebih dahulu, sedangkan calon pengantin wanita (CPW) mengurus surat pengantar ini sesudah CPP selesai di kediamannya. Ada baiknya tanya, siapa RT/RW dan jam keberadaannnya di rumah. Ya, RT/RW di lingkungan kita sekarang bukan lagi bapak bapak pensiunan yang seharian diam di rumah tapi sebaliknya, bapak atau ibu muda yang aktivitasnya juga bekerja kantoran. Jangan lupa bawa FC KTP dan FC Kartu Keluarga ya..

2. Kelurahan
Setelah diperoleh surat pengantar / surat keterangan dari RT/RW setempat maka selanjutnya surat tersebut beserta FC KTP dan FC Kartu Keluarga dibawa ke Kelurahan setempat. Disini, akan diperoleh surat keterangan mengenai asal usul CPP. Mulai dari nama orang tua, pekerjaan dll. Kalau tidak salah, ada 3 lembar yang menerangkan asal usul ini. Nah, 3 lembar surat inilah yang disebut dengan surat pengantar nikah (NA) dari CPP untuk kemudian diserahkan ke pihak keluarga CPW. Urusan keluarga CPP selesai sampai disini.
Sementara untuk CPW, setelah ada surat NA dari pihak CPP harus segera mengurus surat sesuai point 1 dan 2. Dengan catatan, siapkan pas foto CPP dan CPW sebanyak masing masing 4 buah ukuran 2x3.

3. KUA
Surat Pengantar dari kelurahan CPW kemudian dibawa ke KUA setempat untuk didata. Sebaiknya harus sudah ada tanggal dan jam akad nya ya. Nah, di sini  mulai lah keribetan itu berlangsung. Ternyata pihak KUA mensyaratkan untuk melangsungkan akad nikah di kantor KUA saat jam dan hari kerja dengan biaya terjangkau yaitu Rp.30.000 (tiga puluh ribu rupiah). Mereka bilang tidak bisa melangsungkan akad nikah di luar, karena peraturannya seperti itu. Ini yang bikin  panik. Ternyata setelah di bahas lebih lanjut, bagi yang akan nikah di luar kantor KUA, diharuskan membuat surat permohonan yang ditandatangani wali dan saksi saksi, lengkap dengan tanggal menikah, tempat dan jam nya. fiyuuuuhhh... *lap keringet*

Akhirnya, ayah saya membuat surat permohonan dan berharap urusan administrasi ini selesai di titik ini. Tapi ternyata salah (lagi) begitu surat permohonan sudah dibuat dan ditandatangani, pihak KUA domisili CPW meminta kita untuk membawa surat rekomendasi dari petugas KUA tempat domisili CPP.
WHAT THE...!! x_X'.

Sampai titik ini, energi saya dan cami terkuras habis. Walaupun yang mengurus bukan kami melainkan ayah saya, tapi beliau juga kebingungan dan sedikit kelimpungan hingga berkali kali menghubungi saya yang lagi riweuh di kantor. Begitu pun saya, yang menghubungi cami lewat messenger karena lokasi kerja yang beda kota. Akhirnya, saya dan cami sedikit terpancing emosi karena pihak KUA yang notabene instansi pemerintahan, terkesan sedikit menyulitkan. Jika prosedurnya memang seperti itu, kenapa tidak diberitahu  saat CPP mengurus surat NA di kelurahannya, untuk meminta rekomendasi ke KUA domisili CPP sebelum semua berkas diserahkan ke pihak CPW? kalau udah begini kan, repot lagi urusannya. Alhamdulillah domisilinya dikota yang sama. Nggak kebayang kalo beda kota, pulau dan beda negara. ampuunnn.. nyerah deh..

Syukurnya, saat sedang repot dengann urusan rekomendasi CPP, ternyata petugas KUA domisili cami sedang ada di KUA domisili saya. Katanya sih, ada urusan. Maka, alhamdulillah, saya tak perlu minta rekomendasi ke KUA Cami. Begitu urusan rekomendasi selesai, masuk ke urusan biaya. nah, ini saatnya biaya yang biasa dilakukan. Nominal uang yang diberikan untuk nikah di luar jam kantor dan du luar KUA itu tidak jelas. Saya sendiri sih cuma mengeluarkan uang sebanyak Rp600.000 (enam ratus ribu rupiah) yang katanya sudah termasuk biaya transport dan honor penghulu untuk menikahkan saya. Tapi, ada baiknya siapin amplop terpisah saja, untuk biaya tambahan takutnya penghulu minta lagi saat hari H. hehe

Capek kan? fisik sih nggak, tapi lumayan nyulut emosi juga sih. Apalagi kalau ditambahin urusan dekorasi gedung, katering, baju pengantin yang belum fix. hehe..

Kayaknya, segitu dulu deh urusan administrasi nikah yang cukup ribet. Biar nggak ribet, siapin segala sesuatunya jauh jauh hari deh. Saat sindrome pra nikah belum merajalela :) *curcol* :D

Selamat menikmati. oia lupa.. jangan lupa minta nama lengkap dan no hp bapak penghulunya ya? trus pastiin dia dateng sendiri atau dijemput saat hari H nya..hehe

Minggu, 13 Januari 2013

The Guests

Diposting oleh nitnot di 05.51 0 komentar
Tamu atau daftar undangan adalah hal yang gampang gampang susah. Banyak hal yang terkait dengan jumlah undangan, antara lain kapasitas gedung dan dana yang dipunyai. Jumlah undangan kan  mempengaruhi pendanaan juga.

Nah, dengan berbagai pertimbangan (selalu :D) saya dan keluarga Cami akhirnya memutuskan hanya melaksanakan akad nikah saja dengan mengundang keluarga dan kerabat beserta sahabat dekat kami berdua. Kapasitas gedung yang kami pilih pun memang tak begitu besar. Cukup menampung 200-300 orang saja.

Sesuai kesepakatan, diperoleh jumlah tamu yang datang sebanyak 250 undangan alias sekitar 500 orang. Jangan salah, dari pihak Cami aja sekitar 100 undangan (200 orang) adalah keluarga dekat, lalu dari pihak saya sekitar 50 Undangan (100 orang) dan keluarga dekat mempelai sebanyak 200 orang. Total jendral berarti ada 500 orang.

Berhubung dana dan jumlah undangan yang terbatas dan dibatasi, maka kami berdua juga harus mempertimbangkan jenis dan harga undangan. Seperti yang kita tahu, undangan ini kan semakin banyak jumlah yang dipesan, maka akan semakin murah harganya. Sementara kami hanya butuh sekitar 100-150 buah undangan saja yang rencananya hanya untuk teman dan sahabat saja. Pertimbangan lain yang tak kalah penting adalah, undangan ini semahal apapun hanya akan berakhir di tenpat sampah. Maka, saya bersama Cami memutuskan untuk menekan anggaran di bagian ini.
stampingplace.wordpress.com
Menyiasati hal ini, diputuskanlah bahwa kami akan membuat undangan sendiri. Dibantu oleh seorang sahabat dekat Cami, saya mulai hunting mulai dari jenis kertas dan bentuk undangan. Pencarian hampir dua minggu menghasilkan keputusan, jenis kertas yang digunakan adalah Kertas Jasmine, warna Pink Muda (tadinya pengen peach), ukuran  28cm x 18 cm, dan tulisannya disablon. Ingin tahu harga akhirnya? ya, hanya IDR 1500,00 saja perlembarnya. Alhamdulillah.

Alhamdulillah, satu urusan terselesaikan.Saat ini undangan sedang dalam proses pembuatan, berdoa semoga hasilnya memuaskan dan sesuai harapan. Amiin

Minggu, 06 Januari 2013

Finally..

Diposting oleh nitnot di 19.42 0 komentar
Hola..!! dah lama banget saya ga nulis disini. Biasalah,,, banyak yang musti diurus. Salah satunya ngurusin nikahan saya tanggal 02 Maret 2013 ini. Bahagia? Pastinya, Alhamdulillah. Sedih? iya juga, karena mamah udah nggak ada. Jadi, percaya atau tidak, saya mengurus semua hal ini sendirian berhubung calon suami (CaMi) kerja di luar kota. Ada yang bantuin juga sih, adik ipar yang menyediakan dirinya untuk membeli seragam dan baju buat keluarga.  Lha, jadinya si aku ngurusin apa an? Banyaaakk banget.. capee deh.

Salah satu yang harus diurusin adalah Tanggal pernikahan. Lucunya, tanggal pernikahan kami nyocokin ama jadwal gedung dan permintaan khusus.  Banyak pertimbangan yang dititipkan oleh para paman, uwak, bibi dan para kerabat lainnya yaitu kalo bisa nikahannya hari sabtu, biar ada waktu istirahat dan jalan jalan di Bandung. Hehe.. kerabat Cami emang banyak di luar kota juga sih. Tapi yang repot ya itu dia..orang orang yang nikah juga pada berpikiran sama kali. Jadi, jadwal hari sabtu di hampir semua gedung rata rata udah booked. Haiyaaaahh.. piye iki?? Alhmadulillah, dengan perjuangan yang mengasyikkan (ditemenin Cami soale) dapet juga gedung dan tanggal  yang cocok.

 rollingpinproductions.com
Sesudah Gedung dan Tanggal, selanjutnya adalah : Daftar Undangan, Catering, Baju Pengantin, BajuOrtu, Seragam Keluarga,  Undangan, Dekorasi, Perias, Souvenir, dan Printilan lainnya. Wadduuuh?? Masih Banyak yaaa?? Bayangkan saudara saudara sekalian, itulah pekerjaan saya sekarang. Membereskan pernikahan 2 Maret 2013 seorang diri :) SEMANGAT !!

eits, jangan lupa ngurus surat surat nikah !! ----PENTING---- kalo ga, kalian tidak akan bisa menikah..!!

oya, selanjutnya wedding things akan saya bahas satu persatu di posting selanjutnya.Doakan saya sehat. Amiin

-07 Jan 2013-


 

CATATAN HARIAN Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea